Showing posts with label Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi. Show all posts

Thursday, June 18, 2009

Ada Apa Dengan BB - BlackBerry?

Blackberry, sebuah gagdet dari perusahaan Kanada, Research in Motion yg sedang digandrungi ini memang memberikan kemudahan komunikasi nirkabel yang mendukung fasilitas push e-mail, internet, telepon, SMS, semua dalam satu alat dan memang dibutuhkan untuk keperluan bisnis sesuai fungsinya. Sisitem jaringannnya tidak sama dengan gsm handphone pada umumnya namun setiap korporat harus membeli paket tersebut bersama BlackBerry enterprise server sebagai tempat pengolahan data-data account pelanggan tersebut. Pelanggan korporasi dapat menerima dan mengirim email kantor yang berbasis Microsoft Exchange, Novel Wise, Lotus Domino dan 10 akun e-mail berbasis POP3/IMAP melalui telepon genggam. Sementara, operator Telkomsel hanya menyediakan Blackberry sebagai bagian dari layanan korporasi dengan Blackberry Enterprise Server. Itu jika bicara fungsi teknis keperluan kantor.

Namun ternyata diindonesia segalanya bisa terjadi, demam BB juga melanda para ABG yang tersangkut oleh fasilitas tambahan untuk mengakomodir pergaulan mereka seperti chatting, browsing, sampai social networking seperti Facebook dan Myspace. Bahkan untuk facebook terdapat fasilitas mengganti status dan upload profil seketika setelah berfoto-foto ria. Pendekatan seperti ini sangat ampuh untuk membayang-bayangi pikiran ABG akan image “gaul” dan “modern” jika menggunakan BB sekaligus mengeaskan status dan keberadaannya yg eksis dan up to date-status fb maksudnya. Akhirnya tak sedikit dari mereka berusaha mendapatkan barang fenomenal tersebut meski dengan cara apapun seperti contoh posting yg saya ambil dari forum online terbesar Indonesia :


" kemaren tuh dengan ga sengaja hape N70 gue kebanting gtu kan. terus rusak deh dan yaudah bilang sma bonyok gue. terus mereka bilang 'yaudah kamu ganti apa yg kamu mau deh' wah seneng banget kan gan. tapi gue gatau mau beli apa akhirnya gue memutuskan untuk beli di satu toko di skywalk pim. nah kan gue smpe tokonya terus bilang mas saya mau beli hape dong.

penjual: mau beli apa de.

gue: mas recommend apa ya mas saya bingung. yg simple simple aja deh mas.

penjual : beli BB aja deh de! ini lagi gaul loh .

gue : ah ga ah mas tmen2 udah banyak yg punya, pasaran banget.

penjual : yah ade masa ketinggalan jaman de, masa kalah sma temen2 ade. emg ade

hapenya apa si?

gue : N70 mas ,tapi uda rusak. jadi nya mau beli baru.

penjual : yah ade ketinggalan jaman banget nih

gue : .... (ngeheeeee syapa lo bilang2 gue ketinggalan jaman)

cerita masi lanjut . dengan udah ga niat, gue asal2 aja liat hape , berharap ada yg bagus. nah terus sebelah gue ada 3 cewe , dandanya 'anak gaul banget'. pamer paha lagi kan, yah gue ngeliatin lah. terus gue merasa aneh, ko mereka mukanya sedih gtu ya? apalagi yg duduk di sebelah gue. akhirnya gue nguping. dan inilah yg gue dapet [ga persis gan tapi yah mirip2 lah]

CW 1 (yg duduk) : duh gimanaya gue ngebet bold banget2 ini.

CW 2 (berdiri di seblah kiri nya CW 1) : yah gimana ya

CW 3 (sebelah kanan CW 1) : yah ntar kalo lo gapunya ga seru dong

CW 2 : iya lo ga seru punya gue aja cuma curve, tapi yg penting punya lah daripada

gue punya hape abal2.

CW 1 (bingung) : tapi gimana dong gue cuma punya 2 juta.

CW 2 ( berusaha menenangkan) : yaudah ntar gue pinjemin deh.

CW 3 : iya gue juga

CW 1 : yg bener nih?

CW 2 : yah kalo gaboleh ma nyokap paling gue nyolong

CW 3 : ntar gue bilang buat bayaran deh [SPP maksudnya]

terus gue ga dgr lagi mereka ngmg apa soalnya mereka tau gue nguping. dan gue lgsg liat si penjual nya itu kan, eh dya malah senyum terus bilang gini

"sekarang percaya kan de kalo BB bikin ade gaul?"

gue diem dan lgsg keluar tokonya. terus gue merenung, segitunya terobsesinya-kah anak sma jaman skrg demi BB ? smpe mau nyolong duit ortu? smpe bela2in minjem temen? supaya dianggap 'gaul'? gila tingkat konsumtif indonesia udah akut banget deh gue kira, remaja skrg jadi penganut hedonisme smua kalo kyk gini sedih gue. akhirnya mereka keluar gajadi beli dan muka mereka bertiga kliatan sedih banget. demi sbuah handphone. dan akhirnya gue beli nokia 1100 (handphone lama banget) dan itu bekas, gue dapet dgn harga 125000 di ITC fatmawati. gapapa lah jelek, gue juga harus sadar gue ga boleh buang2 uang ortu seenaknya.

kejadian tadi bikin gue tambah dewasa dan tambah sadar. bahwa orang yg bahagia gabisa dilihat dari penampilanya, tapi dari hatinya. "

Sumber Percakapan



Saya bingung hal tersebut malah semakin membuat bangga para pelaku industri BB di Indonesia termasuk pengecer. Buat 3 cewek ABG itu dan bakul HP tersebut saya mau pesan bahwa modern adalah kata yg mengacu pada kombinasi dari sesuatu objek/tindakan/pemikiran praktis tepat guna dalam hubungannya melakukan dan meyelesaikan sebuah fungsi pekerjaan disertai pemahaman yg kuat tentang apa yg telah dilaluinya tersebut. Jadi jika alatnya canggih tapi pemahaman, fungsi dan tindakannya nol itu tidak lain perbuatan sia-sia

Wednesday, March 12, 2008

Audisi Pencarian Bakat, Tak Semanis Bualan Iklan

Sebelumnya saya pernah menulis tentang SMS premium, nah ini ada lagi program SMS premium yang dilakukan secara besar-besaran. Gak tanggung-tanggung omzet SMS bernilai puluhan milliard. Audisi pencarian bakat adalah puncak bisnis SMS premium di Indonesia. Tidak heran karena slogan “SMS sebanyak-banyaknya agara idola anda menang” bergulir sepanjang acara. Bahkan tidak dipungkiri jika keluarga kontestan ikut berupaya menggenjot perolehan suara SMS dengan membeli pulsa sebanyak-banyaknya senilai ratusan juta bahkan milliaran. Beberapa orang tua kontestan yang tereliminasi di awal-awal minggu menyisakan hutang yang banyak hingga ratusan juta, sedang orderan manggung sebagai artis instant tidak semanis bualan iklan karena membludaknya artis ciptaan mereka sendiri. Mengenaskan….

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium. Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah-- Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone... " Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis". Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

SMS Premium, Hitam Kelamnya Bisnis Teknologi Komunikasi

Macam-macam saja orang mencari duit jaman sekarang, Media telekomunikasi menjadi favorite orang-orang pemalas untuk mencari uang. Tengok saja iklan layanan jasa yang mengunakan SMS di TV. Ada yang bicara tentang Zodiak atau ramalan, jodoh, SMS chating atau quiz2 yang mengiming-imingi hadiah besar. Terakhir saya lihat ada quiz lelang termurah, wah2 ada yang mengumpulkan uang receh malah terlihat seperti gambling alias judi…!! Itu semua adalah bisnis SMS premium, yaitu SMS bertarif tinggi dengan menggunakan 4 digit nomor tujuan. Mereka yang menyelenggarakan acara “bandar” berbagi persenan hasil dari SMS tersebut. Misal biaya SMS Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk bandar (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya

Jika anda beranggapan bahwa modal untuk pengiriman SMS premium tidaklah sebesar keuntungan saat mendapatkan hadiah/trophy_nya. Boleh saja anda berkata begitu, tapi sebesar apa kemungkinan anda mendapatkan kesempatan untuk menang? Saat ini ada 110 juta pelanggan selular di Indonesia, jikalau 5% saja dari mereka mengikuti program SMS yang sama dengan anda berarti ada 1/ sekian juta kesempatan yang bisa anda menangkan. Lalu Bandar ini sudah mengetahui kapan atau pengirim keberapa saat terjadi titik impas pembelian modal (balik modal) dalam hal penyelenggaraan SMS premium tersebut. Kalikan saja Rp 2000 X 5.500.000 X 40% = RP 4 Miliard. Bandingakan dengan harga hadiah yang diiming-imingkannya, hadial milliaran tetap saja mereka untung besar.Melihat potensi seperti ini, jelas saja manusia-manusia pemalas ini melirik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai ajang pencarian duit layaknya judi.

Maka pintar-pintar saja memilih program SMS premium, perhatikan cara kerjanya dan yang penting cara untuk berhenti. Biasanya penulisan untuk berhenti ditulis dengan huruf sangat kecil(mungkin supaya gk kelihatan) atau bahkan tidak ada. Jadi Pulsa anda akan terus terpotong, mau tidak mau anda harus mengganti nomor HP anda.


Got My Cursor @ 123Cursors.com